masalah yang terjadi dalam bk pribadi sosial

Masalah  yang ada dalam bimbingan konseling pribadi sosial






Nama : Jely sabtiani

Nim : 1193351044

   


  1. Pengertian Pribadi Sosial

Pengertian bimbingan pribadi-sosial yang dikemukakan oleh Abu Ahmadi adalah, bahwa bimbingan pribadi-sosial diberikan kepada individu, agar mampu menghadapi dan memecahkan permasalahan pribadi-sosialnya secara mandiri. Hal senada juga diungkapkan oleh Syamsu Yusuf yang mengungkapkan bahwa bimbingan pribadi-sosial adalah bimbingan untuk membantu para individu dalam memecahkan masalah-masalah sosial-pribadi. Sedangkan pengertian bimbingan pribadi sosial menurut W. S. Winkel, yaitu: Bimbingan pribadi sosial adalah bimbingan dalam menghadapi keadaan batinnya sendiri dan mengatasi pergumulan-pergumulan dalam hatinya sendiri dalam mengatur dirinya sendiri dibidang kerohanian, perawatan jasmani, pengisian waktu luang, penyaluran nafsu seks dan sebagainya, serta bimbingan dalam membina hubungan kemanusiaan dengan sesama diberbagai lingkungan (pergaulan sosial). Berdasarkan pengertian yang dikemukakan oleh W. S. Winkel tersebut dapat diketahui bahwa bimbingan pribadi sosial merupakan bimbingan untuk menghadapi keadaan batin, mengatasi pergumulan hatinya sendiri dibidang pribadi sosial sehingga individu mampu mengatur dirinya sendiri serta dapat membina hubungan baik dengan lingkungan (pergaulan sosial). Bimbingan pribadi sosial merupakan bimbingan untuk membantu para individu dalam menyelesaikan masalah-masalah pribadi sosial. Adapun yang tergolong dalam masalah-masalah pribadi sosial adalah masalah hubungan dengan sesama teman, guru, pemahaman sifat dan kemampuan diri, penyesuaian diri dengan lingkungan pendidikan dan masyarakat tempat mereka tinggal, serta penyelesaian konflik.khalilah,2017,hlm49)

  1. Tujuan BK Pribadi Sosial

Syamsu Yusuf dan Juntika Nurihsan (2005:14), merumuskan beberapa tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek pribadi-sosial sebagai berikut : 

  1. memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, baik dalam  kehidupan pribadi, keluarga, pergaulan dengan teman sebaya, sekolah, tempat kerja, maupun masyarakat pada umumnya.

  2. memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain, dengan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing. 

  3. memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan dan tidak menyenangkan, serta mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya. 

  4. memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif, baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan, baik fisik maupun psikis.  

  5. memiliki sifat positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain. 

  6. memiliki kemampuan melakukan pilihan secara sehat. 

  7. bersikap respek terhadap orang lain, menghormati atau menghargai orang lain, tidak melecehkan martabat atau harga dirinya. 

  8. memiliki rasa tanggung jawab yang diwujudkan dalam  bentuk komitmen, terhadap tugas dan kewajibannya. 

  9. memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship), yang diwujudkan dalam bentuk persahabatan, persaudaraan atau silaturahmi dengan sesama manusia. 

  10. memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun orang lain. 

  11. emiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif. 


Juntika Nurihsan (2003 : 9) menyatakan tujuan bimbingan pada akhirnya membantu individu dalam mencapai:

  1. Kebahagiaan hidup pribadi sebagai makhluk Tuhan, 

  2. Kehidupan yang produktif dan efektif dalam masyarakat, 

  3. Hidup bersama dengan individu-individu lain, dan 

  4. Harmoni antara cita-cita mereka dengan kemampuan yang dimilikinya. Dapat disimpulkan tujuan bimbingan pribadi pribadi sosial yang harus dikembangkan dalam program layanan bimbingan dan konseling adalah memfasilitasi siswa dalam mengarahkan pemantapan kepribadian serta mengembangkan kemampuan dalam mengatasi masalah-masalah pribadi dan sosial siswa. 


  1. Fungsi BK Pribadi Sosial

Fungsi dalam bimbingan pribadi-sosial yang diungkapkan oleh Totok (Rima Puspita, 2007:47-49), yaitu : 

  1. Berubah menuju pertumbuhan. Pada bimbingan pribadi-sosial, konselor secara berkesinambungan memfasilitasi individu agar mampu menjadi agen perubahan (agent of change) bagi dirinya dan lingkungannya. Konselor juga berusaha membantu individu sedemikian rupa sehingga individu mampu menggunakan segala sumber daya yang dimilikinya untuk berubah.

  2. Pemahaman diri secara penuh dan utuh. Individu memahami kelemahan dan kekuatan yang ada dalam dirinya, serta kesempatan dan tantangan yang ada diluar dirinya. Pada dasarnya melalui bimbingan pribadi sosial diharapkan individu mampu mencapai tingkat kedewasaan dan kepribadian yang utuh dan penuh seperti yang diharapkan, sehingga individu tidak memiliki kepribadian yang terpecah lagi dan mampu mengintegrasi diri dalam segala aspek kehidupan secara utuh, selaras, serasi dan seimbang. 

  3. Belajar berkomunikasi yang lebih sehat. Bimbingan pribadi sosial dapat berfungsi sebagai media pelatihan bagi individu untuk berkomunikasi secara lebih sehat dengan lingkungannya. 

  4. Berlatih tingkah laku baru yang lebih sehat. Bimbingan pribadi-sosial digunakan sebagai media untuk menciptakan dan berlatih perilaku baru yang lebih sehat. 

  5. Belajar untuk mengungkapkan diri secara penuh dan utuh. Melalui bimbingan pribadi-sosial diharapkan individu dapat dengan spontan, kreatif, dan efektif dalam mengungkapkan perasaan, keinginan, dan inspirasinya. 

  6. Individu mampu bertahan. Melalui bimbingan pribadi-sosial diharapkan individu dapat bertahan dengan keadaan masa kini, dapat menerima keadaan dengan lapang dada, dan mengatur kembali kehidupannya dengan kondisi yang baru. 

  7. Menghilangkan gejala-gejala yang disfungsional. Konselor membantu individu dalam menghilangkan atau menyembuhkan gejala yang menggangu sebagai akibat dari krisis. 



  1. PEMBAHASAN


Jenis-jenis masalah pribadi sosial yang dialami siswa adalah sebagai berikut:

Masalah Pribadi, yang terdiri dari:

  1.  Merasa malas untuk melaksanakan ibadah shalat dan amal sholeh lainnya

  2. Kurang memiliki kemampuan untuk bersabar dan bersyukur

  3. Masih memiliki kebiasaan berbohong

  4. Masih memiliki kebiasaan menyontek

  5. Kurang motivasi untuk mempelajari agama

  6. Stress

  7. Depresi

  8. Putus asa

  9. Belum memiliki rasa disiplin

  10. Belum dapat menghormati orang tua secara ikhlas

  11. Dalam melakukan perbuatan tanpa dipertimbangkan resikonya

  12. Masih merasa rendah diri (Inferiority)


Masalah Sosial yang terdiri dari:

  1. Kurang menyenangi kritikan orang lain

  2. Kurang memahami etika pergaulan

  3. Merasa malu untuk berteman dengan lawan jenis

  4. Kurang mampu menyesuaikan diri

  5. Penyakit sosial seperti; tawuran, gang motor, pemalakan, pencurian, dan sebagainya. (Triningtyas, 2016)

Bidang Bimbingan Pribadi Sosial:

  1. Cara menyesuaikan diri dengan perkembangan fisik dan psikis yang terjadi pada masa remaja

  2. Cara mengendalikan dan mengalahkan emosi

  3. Cara mengembangankan sifat positif

  4. Cara menghindari prasangka dan menghindari akibatnya

  5. Cara menghindari rendah hati. (Mulyatiningsih, 2004)






  1. Arah Bimbingan Pribadi Sosial

    Bimbingan pribadi sosial diarahkan untuk memantapkan kepribadian dan mengembangkan kemampuan siswa dalam menangani masalah-masalah dirinya. Bimbingan ini merupakan layanan yang mengarah pada pencapaian pribadi yang seimbang dengan memperhatikan keunikan karakteristik pribadi serta ragam permasalahan yang dialami oleh siswa. Bimbingan pribadi sosial diberikan dengan cara menciptakan lingkungan yang kondusif, interaksi pendidikan yang akrab, mengembangkan sistem pemahaman diri, dan sikap-sikap yang positif, serta keterampilan-keterampilan pribadi-sosial yang tepat. Menurut Sukardi, bidang bimbingan ini dapat dirinci menjadi pokok-pokok berikut:


1. Pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan wawasan dalam beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangannya untuk kegiatan yang lebih kreatif, produktif, dan normatif baik dalam keseharian maupun untuk peran di masa yang akan datang
3. Pemantapan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi dan penyaluran dan pengembangan nya pada/melalui kegiatan yang kreatif dan normatif dan produktif
4. Pemantapan tentang kelemahan diri dan usaha penanggulangan nya
5. Pemantapan kemampuan pengambilan keputusan
6. Pemantapan kemampuan mengarahkan diri sesuai dengan keputusan yang telah diambil
7. Pemantapan dalam perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat jasmani dan rohani.
8. Pemantapan kemampuan berkomunikasi
9. Pemantapan kemampuan menerima dan menyampaikan argumentasi secara dinamis, kreatif, normative dan produktif
10. Pemantapan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial dengan penuh tanggung jawab
11. Pemantapan hubungan yang dinamis dan harmonis dengan teman sebaya, orang tua, dan masyarakat sekitar 

12.Orientasi tentang kehidupan berkeluarga. (Khalilah, 2017)

F. Isu-isu yang sering terjadi di Sekolah Dasar dan strategi Guru BK dalam Ppribadi Sosial
    Banyak siswa pada umumnya mengalami permasalahan di lingkungan sekolah dasar seperti Kurang memiliki kemampuan untuk bersabar dan bersyukur, Masih memiliki kebiasaan berbohong, Masih memiliki kebiasaan menyontek dll. Dalam peranan hubungan sosial sangat penting untuk menghadapi masalah pribadi maupun masalah sosial. Nah strategi guru BK untuk proses bantuan memfasilitasi siswa agar memiliki pemahaman tentang karakteristik dirinya, kemampuan mengembangkan potensi dirinya, kemampuan memecahkan masalah yang dihadapinya.

Strategi guru bimbingan dan konseling dalam menyikapi siswa yang mengalami masalah dalampribadisosial:
Konsultasi
Tahap ini merupakan salah satu Teknik yang penting sebab konsultasi dalam program bimbingan konseling di pandang sebagai suatu proses menyediakan bantuan teknis untuk guru, orang tua, dan konselor lainnya untuk memperbaiki masalah murid di sekolah.
Penelitian
Guru BK melakukan penelitian terhadap murid yang mengalami masalah dalam pribadi sosial tersebuat. Seperti contoh di lingkungan keluarga yang broken home atau mempunyai masalah dengan teman di kelas, disitu guru bk aktif dalam penelitian tersebut agar tau bagaimana permasalahan yang dihadapi murid tersebut.
Tatap muka individual Guru BK harus mengadakan tatap muka dengan murid yang mempunyai masalah tersebut dengan metode wawancara kepada murid dengan perkataan yang halus jangan sesekali guru bk melakukan kekerasan atau membentak, misalnya guru bk memangil murid tersebut kemudian diarahkan ke ruangan bk dengan tujuan  agar murid bisa mengubah sikap dan perilaku murid. Dengan pertanyaan yang menyangkut dalam masalah yang dihadapi murid tersebut.




Contoh gambar anak yang mengalami maslah pribadi sosial